Mengapa Jepang untuk food & dining?
Bahasa Jepang untuk makanan adalah bahasa Jepang yang paling bermanfaat. Dengan menghafal 10 frasa ini, Anda tidak akan kesulitan di semua tempat makan di Jepang—mulai dari kedai minum berdiri hingga restoran sushi mewah. Tiga frasa: 'Apa yang direkomendasikan?', 'Bisa dibuat pedas?', dan 'Saya punya alergi' sudah mencakup 90% kebutuhan saat makan. Kumpulan frasa makanan LangOria memilih 10 kalimat yang bisa Anda gunakan mulai dari saat masuk hingga keluar toko. Sepuluh frasa yang sama ini berlaku di mana saja—dari toko serba ada (konbini) hingga restoran sushi mewah (kōkyū zushi-ten), dari izakaya hingga kedai ramen. 'Itadakimasu' dan 'Gochisōsama deshita'—dua ungkapan ini adalah etika terpenting saat makan. Di restoran Jepang, sopan jika menunggu staf datang ke meja Anda; meski Anda duduk sendiri, jangan memesan sebelum staf datang—Anda hanya perlu menerima menu minuman terlebih dahulu. Saat memesan, cukup ucapkan 'Sumimasen, [pesanan] o onegaishimasu.' Untuk memanggil staf, gunakan 'Sumimasen' sebagai standar—hindari berteriak 'Tēn'in-san!' di dalam toko. Jangan lupa ucapkan 'Itadakimasu' sebelum makan dan 'Gochisōsama deshita' setelah selesai—keduanya adalah bentuk sopan santun utama. Beberapa catatan tambahan: Di restoran sushi berputar (kaiten-zushi), total tagihan ditentukan oleh jumlah piring yang Anda ambil (1 piring ¥100–500). Pemesanan umumnya dilakukan lewat panel sentuh—tekan tombol 'Chūmon' (Pesan), lalu tekan tombol 'Ten'in yobidashi' (Panggil Staf). Di kedai ramen, Anda kadang ditanya tingkat kekenyalan mie (kata-me/keras, futsū/biasa, yawarakame/lembut), kepekatan rasa (koi/pekat, futsū/biasa, usui/encer), dan jumlah minyak (ari/ada, nashi/tidak ada, sukuname/sedikit)—pengaturan standarnya adalah 'futsū, futsū, futsū'. Di izakaya, frasa andalan adalah 'Toriaezu, nama biiru' (Untuk sementara, bir mentah). Paket minum sepuasnya (nomihōdai) biasanya berdurasi 90 atau 120 menit. 'Otōshi' adalah semacam biaya tempat duduk yang tidak bisa ditolak, tetapi sudah termasuk dalam tagihan.
10 frasa yang benar-benar akan Anda gunakan
10 kalimat ini mencakup sekitar 95% situasi food & dining dalam Jepang. Ketuk ikon speaker untuk mendengar pelafalannya.
Dialog contoh
Bacalah percakapan ini keras-keras — menggunakan 10 frasa yang sama dalam konteks.
Budaya & etiket
Di restoran Jepang, biasanya Anda menunggu staf datang ke meja—meskipun Anda duduk sendiri, jangan langsung memesan; cukup minta menu minuman saja sampai staf datang. Untuk memesan, cukup ucapkan 'Sumimasen, [pesanan] o onegaishimasu.' Saat memanggil staf di tempat makan, gunakan 'Sumimasen' sebagai standar—hindari berteriak 'Tēn'in-san!' di dalam toko. Jangan lupa ucapkan 'Itadakimasu' sebelum makan dan 'Gochisōsama deshita' setelah selesai—kedua ungkapan ini adalah bentuk sopan santun terpenting. Beberapa poin tambahan: Di restoran sushi berputar (kaiten-zushi), total tagihan ditentukan oleh jumlah piring yang Anda ambil (1 piring ¥100–500). Pemesanan umumnya dilakukan lewat panel sentuh—tekan tombol 'Chūmon' (Pesan), lalu tekan tombol 'Ten'in yobidashi' (Panggil Staf). Di kedai ramen, Anda kadang ditanya tingkat kekenyalan mie (kata-me/keras, futsū/biasa, yawarakame/lembut), kepekatan rasa (koi/pekat, futsū/biasa, usui/encer), dan jumlah minyak (ari/ada, nashi/tidak ada, sukuname/sedikit)—pengaturan standarnya adalah 'futsū, futsū, futsū'. Di izakaya, frasa andalan adalah 'Toriaezu, nama biiru' (Untuk sementara, bir mentah). Paket minum sepuasnya (nomihōdai) biasanya berdurasi 90 atau 120 menit. 'Otōshi' adalah semacam biaya tempat duduk yang tidak bisa ditolak, tetapi sudah termasuk dalam tagihan.
Cara mempelajari skenario ini
Deck makanan ini bisa diselesaikan dalam 2–3 hari. Setelah menghafal 10 frasa, latihlah langsung di toko serba ada atau restoran cepat saji—penggunaan nyata adalah cara tercepat untuk menguasainya. Jika Anda sudah hafal 'Toriaezu, nama biiru' dan 'Kyō wa [pesanan] o onegaishimasu' di izakaya, Anda sudah siap menjalani 90% aktivitas malam hari di Jepang. Tiga latihan spesifik: (1) Sebelum makan — Buka deck, dengarkan audio dua kali, lalu tutup mata dan coba ucapkan ke-10 kalimat tersebut secara berurutan. (2) Saat makan — Sengaja coba satu frasa yang belum pernah Anda gunakan dalam situasi nyata (misalnya, meski tidak berniat memesan kari, tanyakan kepada staf: 'Ini pedas?'). (3) Setelah makan — Catat satu frasa yang mengejutkan Anda (cara menghitung piring di sushi berputar? Cara menolak 'otōshi'?) ke dalam catatan, lalu tambahkan ke deck pengulangan berjarak Anda. Dalam seminggu, Anda akan bisa memesan, mengubah pesanan, dan membayar tanpa terjemahan. Dalam sebulan, Anda tidak akan panik lagi meski staf tiba-tiba bertanya hal tak terduga seperti alergi, padanan anggur, atau rekomendasi di luar menu.
Skenario Jepang lainnya
Beralih ke skenario berbeda dalam bahasa yang sama.